Belajar Angklung, Merayakan Kemerdekaan 81 tahun Indonesia dengan Harmoni Angklung Alumni Ubaya

Semangat kemerdekaan bisa dirayakan dengan banyak cara. Tidak selalu harus dengan lomba dan permainan khas Agustusan. Bagi alumni Universitas Surabaya (Ubaya), kemerdekaan kali ini dirayakan dengan cara yang berbeda: belajar sesuatu yang baru melalui musik angklung.

Sabtu, 22 Agustus 2026, sebanyak 25 alumni IKA Ubaya berkumpul di rumah alumni Fakultas Hukum Ubaya, Bapak Fredy Poernomo, untuk mengikuti kegiatan belajar bermain angklung bersama. Kegiatan berlangsung pukul 15.00–17.00 dengan menghadirkan instruktur dari Surabaya Angklung Percussion.

Dengan mengenakan dresscode bernuansa kemerdekaan, para peserta diajak mengenal dan memainkan angklung dalam suasana santai, hangat, dan penuh kebersamaan. Lagu-lagu nasional menjadi bagian dari repertoar, dipadukan dengan lagu-lagu kekinian yang membuat suasana semakin seru dan akrab. Ada yang bernyanyi dan juga ada yang berpuisi kemerdekaan.

Angklung sendiri mengajarkan sesuatu yang sangat dekat dengan semangat kebersamaan. Setiap orang mungkin hanya memegang satu atau beberapa nada, tetapi ketika dimainkan bersama, nada-nada tersebut membentuk sebuah harmoni yang utuh.
Begitu pula dengan kebersamaan alumni. Setiap individu memiliki peran dan warna masing-masing. Ketika semua mau berkontribusi dan saling mendengarkan, terciptalah harmoni yang jauh lebih indah.
Dari satu nada menjadi sebuah lagu, dari pertemuan menjadi kebersamaan. Harmoni musik angklung menyatukan nada, sementara kebersamaan menyatukan hati.
Melalui kegiatan ini, IKA Ubaya kembali menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat hadir dalam berbagai bentuk—termasuk melalui musik, pembelajaran, dan kebersamaan. Karena merdeka bukan hanya tentang merayakan, tetapi juga tentang terus berani mencoba hal baru dan tumbuh bersama.
Diliput Juga di JawaPos Rabu, 26 Agustus 2026

Posted By , 22 Aug 2026

